2019, LLK Gelar Pelatihan 18 Kejuruan

Suasana pelatihan kejuruan otomotif sepeda motor di LLK, belum lama ini.

KOTA GORONTALO- Loka Latihan Kerja (LLK) Kota Gorontalo tahun ini akan menggelar pelatihan berbasis kompetensi untuk delapan belas kejuruan. Pelatihan itu diharapkan bisa meningkatkan keterampilan tenaga kerja agar bisa terterima di dunia usaha atau membuka lapangan pekerjaan sendiri.

“Pelatihan berbasis kompetensi tahun ini akan dibuka untuk delapan belas kejuruan. “Tujuh pelatihan kejuruan dibiayai APBD dan sebelas pelatihan kejuruan dibiayai dari dana APBN,” Kepala LLK Kota Gorontalo Wati Abas saat diwawancarai, Rabu (13/2).

Wati menyebutkan, pelatihan kejuruan yang dibiayai dari dana APBD meliputi pelatihan kejuruan pengelasan, instalasi listrik, pembautan kue, operator komputer, mebeleur, menjahit serta otomotif sepeda motor. Selanjutnya untuk pelatihan yang dibiayai dari dana APBN meliputi pelatihan kejuruan pengelasan, service mobil sistem injeksi, perawatan ac serta teknik instalasi.

“Ada pula pelatihan listrik sederhana, operator asistent, operator cabinet marking, operator costum mode wanita, menjahit dan tata rias kecantikan. Ini juga dibiayai dari dana APBN,” ujarnya.
Sebelumnya, LLK telah bekerjasama dengan pihak kelurahan untuk merekrut peserta. Hasilinya, sebanyak 821 peserta dinyatakan lolos seleksi untuk mengikuti pelatihan berbasis kompetensi.

“Jadi ada sebanyak 821 tenaga kerja yang akan kita latih di LLK tahun ini. Semuanya direkrut dari 50 kelurahan se-Kota Gorontalo,” ujarnya.

Setelah mengikuti pelatihan, Wati mengatakan, para peserta nantinya akan diuji kompetensinya oleh tim dari Badan Sertifikasi Profesi Nasional (BSPN). Peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikat dari BSPN.

“Data akan kita sampaikan ke Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM. Selanjutnya Dinas akan memonitoring apakah mereka sudah punya usaha atau belum,” ujar Wati.

Ke depan, pihaknya akan terus mengoptimalkan program pelatihan bagi para tenaga kerja. Wati berharap, langkah tersebut bisa membantu para tenaga kerja untuk meningkatkan keterampilan.

“Kita harapkan mereka bisa terterima di dunia kerja atau bisa membuka lapangan kerja mandiri,” ujarnya. (ndw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top