Akibat Wabah Covid-19 Warga Miskin Sulit Penuhi Kebutuhan, Ini Cara Jitu Pemkot Gorontalo

Wali Kota Gorontalo Marten A. Taha, Wakil Wali Kota Gorontalo Ryan F. Kono, saat memimpin rapat lintas sektor dilingkungan Pemerintah Kota Gorontalo.

HUMAS. KOTA GORONTALO – Penanganan penyebaran wabah Covid-19 tidak hanya memberikan dampak terhadap pendapatan, dari setiap pelaku usaha dan UMKM di daerah. Namun turut dirasakan oleh masyarakat kurang mampu, yang sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Dalam menangani hal tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo sendiri memiliki cara jitu, yakni mengoptimalkan penyaluran bantuan kepada masyarakat kurang mampu, melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Gorontalo.

Serta memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu, khususnya mereka pekerja informal di Kota Gorontalo. Melalui Dinas Pangan Kota Gorontalo, berupa beras dan sembako.

Demikian kata Kepala Dinsospem Kota Gorontalo Nixon Rahman, ketika ditemui usai mengikuti rapat lintas sektor di ruang kerja Wali Kota Gorontalo Selasa (24/03/20) pagi.

“Sesuai dengan instruksi Wali Kota Gorontalo, bahwa penyaluran bantuan melalui PKH dan program lainnya di Dinsospem Kota Gorontalo, untuk dimaksimalkan setiap bulannya,” ujar Nixon.

Sampai dengan saat ini Nixon jelaskan, bahwa ketersediaan stok cadangan beras pemerintah di Dinsospem Kota Gorontalo, sebanyak 100 ton. Nah, stok bantuan tersebut nantinya akan dibagikan kepada masyarakat kurang mampu, yang tidak bisa memenuhi kebutuhan mereka akibat wabah Covid-19.

“Cara penyaluran bantuan yang akan dilakukan oleh Dinsospem Kota Gorontalo, pastinya akan menggandeng aparat kelurahan, kecamatan dan RT/RW. Hal ini guna menjaga terjadinya perkumpulan warga dalam satu kegiatan, yakni penyaluran bantuan,” terang Nixon.

Berkaitan dengan penyaluran bantuan kepada masyrakat kurang mampu serta pekerja informal, Kepala Dinas Pangan Kota Gorontalo Tomy Jahja jelaskan pihaknya siap menyalurkan sebanyak 1000 bantuan kepada masyarakat kurang mampu.

“Mereka yang kurang mampu kemudian pekerja informal yang sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari, akan kami berikan sentuhan bantuan pangan. Dalam pendataan terhadap mereka, memang tidak mudah dan kami akan bekerjasama dengan beberapa instansi terkait termasuk aparat kelurahan dan kecamatan,” tutup Tomy.(tmHMS).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top