Baru Dikukuhkan, 10 Kapus Dituntut Perangi Covid-19

Pengukuhan 10 Kepala Puskesmas oleh Wali Kota Gorontalo Marten A. Taha.

HUMAS. KOTA GORONTALO – Dari empat pesan yang disampaikan Wali Kota Gorontalo Marten A. Taha, saat menyampaikan sambutan pada pengukuhan 10 Kapus (Kepala Puskesmas) Kota Gorontalo, Rabu (18/03/20). Satu diantaranya, yakni menginstruksikan kepada 10 Kapus untuk serius memerangi Covid-19 di daerah. Dengan cara mengambil langkah-langkah kongrit, dari tindakan preventif, kuratif dan rehabilitatif.

“Selain mengucapkan selamat kepada 10 Kapus yang baru saja dikukuhkan, kami meminta pejabat yang baru dilantik ini junjung tinggi nilai – nilai profesi, tingkatkan disiplin dan etika pegawai negeri sipil, sebab ASN dituntut untuk melaksaanakan aturan kepegawaian. Kemudian segera mengambil langkah – langkah kongkrit, dari tindakan preventif, kuratif dan rehabilitatif. Baik insatansi penaggungjawab, semua stakeholder termasuk dunia pendidikan, perbanyak ibadah, istiqfar, baca al-qur’an, puasa dan bersedekah,” ujar Marten.

Ia jelaskan secara rinci bahwa, tuntutan manajemen aparatur sipil negara saat ini, adalah untuk mewujudkan pegewai negeri sipil yang profesional, berintegritas dan berkinerja tinggi. Salah satu tuntutan manajemen kepegawaian tersebut, adalah pengangkatan dan pengukuhan kepala puskesmas yang tidak terpisahkan dalam sistim mutasi pegawai negeri sipil. Yang berlaku disemua institusi baik pemerintah maupun swasta.

Hal ini bertujuan untuk menata sistem manajemen kepegawaian, yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan organisasi sesuai syarat jabatan yang telah dipersyaratkan oleh peraturan perundang – undangan yang berlaku. Untuk menjamin terselenggaranya pelayanan kesehatan perorangan pada tingkat pertama, maka dibentuklah puskesmas sebagai sarana fisilitas pelayanan yang mengutamkan pada upaya promotif, preventif dan rehabilitatif diwilayah kerjanya.

“Sehingga kepada saudara – saudara yang diberikan kepercayaan selaku kepala puskesmas pada saat ini, saya berharap untuk memaksimalkan penataan sistim pelayanan kesehatan, baik bersifat vertikal maupun horisontal. Perlu memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan dengan sasaran keluarga, keleompok dan masyarakat. Terpenting dipahami juga, bahwa tugas kepala puskesmas dalam manajemen mencakup perencanaan, proses pelaksanaan program dan kegiatan, evaluasi pelaporan dalam suatu sistim yang tidak terpisahkan,” terang Marten.

Sebagaimana diketahui bahwa, tujuan kesehatan nasional adalah tercapainya kemapuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk indonesia, menjadi tanggungjawab pemerintah untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Ia tegaskan bahwa tujuan kesehatan tersebut akan tercapai apabila tenaga kesehatan mulai dari jabatan pimpinan, admnistrator dan pejabat fungsional bekerja sesuai tugas dan fungsinya.

Serta memiliki kompetensi, dedikasi dalam melaksanakan tugas secara profesional. Sehingga pengangkatan kepala puskesmas, untuk memimpin dan mengelola puskesmas dalam upaya meningkatan mutu kesehatan di Kota Gorontalo, perlu dimaknai sebagai bagian dari pencapaian tujuan kesehatan tersebut.

“Untuk itu, saya ingatkan kembali kepada saudara-saudara yang dikukuhkan selaku kepala puskesmas pada hari ini, kiranya dapat melahirkan ide-ide yang brilian dan gagasan – gagasan baru yang lebih inovatif dalam tugas manajerial walaupun jabatan saudara – saudara sebagai pejabat fungsional”

“Disamping itu harus bekerja keras untuk mencapai keberhasilan, sebab puskesmas di Kota Gorontalo, telah terakreditasi secara keseluruan sebagai organisasi pelayanan yang refresentatif. Sebagai seorang pimpinan, pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala atau masalah di puskesmas, Serta melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, untuk pengembangan tugas pokok setelah berkoordinasi dengan atasan langsung,” tutur Marten.(tmHMS).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top