Finalisasi Renstar Infrastruktur Ditutup. Begini Penegasan Wali Kota

Marten A Taha, Wali Kota Gorontalo saat menutu kegiatan finalisasi rencana strategi bidang infrastruktur di Manado.

HUMAS. KOTA GORONTALO – Sabtu (31/09/19) Marten Taha, Wali Kota Gorontalo menutu kegiatan finalisasi rencana strategi infrastruktur, yang digelar Dinas Perkim Kota Gorontalo. Ia jelaskan ini dalam rangka penyusunan renstra 2019 – 2024, serta renja 2020.

“Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kebutuhan serta tuntutan akan peningkatan pelayanan publik yang lebih profesional, transparan dan tepat sasaran. Maka dalam rentang pembangunan lima tahun kedepan, pemerintah dituntut untuk lebih jeli lagi dalam melihat dan mengidentifikasi persoalan mendasar masyarakat, memetakan dan mengklasifikasi masalah, mencari solusi-solusi. Serta menetapkan visi yang menjadi cita-cita; merumuskan misi yang akan diemban dalam mewujudkan visi,” ujar Marten.

Marten jelaskan, upaya yang ditempuh Pemkot Gorontalo dalam meningkatkan daya saing, melalui pengembangan infrastruktur dan pelestarian lingkungan.

Merupakan kegiatan prioritas Pemkot, diantaranya peningkatan Jalan Panjaitan yakni pedestrian dan saluran. Kemudian pembangunan pusat kuliner jalan kalimadu, penataan kawasan pasar setya praja, dan pembangunan new Balai Kota dan revitalisasi kawasan pasar sentral.

Sedangkan untuk kegiatan yang menjadi prioritas nasional yakni, penanganan pedestrian dan drainase ada di Jalan, HB. Yasin, Jalan. Nani Wartabone, Jelan Jend. Sudirman, Jalan Achmad Arbie, Jalan Letkol Jusuf Bilondatu, dan Jalan Jeruk.

Serta penanganan banjir dan genangan, pembangunan IPA Botu 150 liter per detik dan Pilolodaa 50 liter per detik. Pengembangan jaringan perpipaan spam Kecamatan Hulonthalangi, Sipatana, dan Pilolodaa. Lanjutan penataan kawasan taruna remaja sebagai kawasan strategis nasional, penataan kawasan pusaka benteng otanaha.

“Penataan kota hijau kawasan Ario Katili, penataan kota hijau kawasan Bulotadaa, penerangan jalan tenaga surya, program BSPS peningkatan kualitas sebanyak 500 unit dan pembangunan rusunawa Buliide type 36,” jelas Marten.

Pemerintah Kota Gorontalo juga mengusulkan program alokasi khusus, pada bidang infrastruktur tahun anggaran 2020. Diantaranya, kegiatan peningkatan jalan di 26 ruas jalan, pengembangan jaringan perpipaan spam Hulonthalangi, Sipatana, Kota Barat.

Sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat (spald-d) di Wumialo, sistem pengelolaan air limbah domestik setempat (spald-s) di Kelurahan Tapa, Heledulaa Utara, Liluwo, serta bantuan rumah swadaya di kawasan kumuh sebanyak 200 unit.

“Kami mengharapkan agar program yang menjadi prioritas yang menjadi prioritas Kota ini, dapat meminimalisir permasalahan – permasalahan pada bidang infrastruktur di Kota Gorontalo, sehingga pembangunan di Kota Gorontalo dapat terus ditingkatkan,” Tutup Marten.(tmHMS).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top