Jumat Besok Pemkot Gelar Vaksinasi, MT: Masyarakat Jangan Khawatir

Wali Kota Gorontalo, Marten A. Taha, saat melakukan pemeriksaan kesehatan pra vaksinasi.

HUMAS. KOTA GORONTALO – Jumat (15/01/2021) Pemerintah Kota Gorontalo siap melaksanakan vaksinasi, yang secara serentak digelar di Provinsi Gorontalo. Kaitan dengan hal itu, Wali Kota Gorontalo, Marten A. Taha mengimbau kepada masyarakat, agar tidak khawatir dengan vaksin Sinovac, karena aman dan layak digunakan.

“Benar, besok Pemerintah Kota Gorontalo akan melaksanakan vaksinasi kepada 30 orang, termasuk saya sendiri dan jajaran Forkopimda. Vaksin ini tentu sudah melalui uji klinis dan memenuhi syarat penggunaannya dari Pemerintah Pusat. Sehingga saya mengajak masyarakat, untuk tidak khawatir dengan vaksin ini, serta jangan terbawa isu yang tidak baik,” ujar Marten.

Kesiapan yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Gorontalo kata Marten, sudah mencapai 100 persen. Mulai dari lokasi pelaksanaan vaksinasi di Rumah Jabatan Wali Kota Gorontalo tepatnya di Gedung Bandayo Lo Yiladia. Kemudian ketersiadaan peralatan kesehatan, sampai dengan SDM (Sumber Daya Manusia) tenaga kesehatannya.

“Kami sudah siap 100 persen untuk melaksanakan vaksinasi. Bahkan lokasi pelaksanaan vaksinasi ini, telah ditinjau oleh Tim baik dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Dan mereka menilai, bahwa Kota Gorontalo sudah sangat siap untuk vaksinasi …”

“Tidak hanya itu saja, saya sendiri pun turut mensimulasikan proses par vaksinasi, yakni pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan. Dan perlu dicatat oleh masyarakat Kota Gorontalo, pemberian vaksin kepada masyarakat, kami gratiskan,” terang Marten.

Sementara itu Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Gorontalo, Muhammad Kasim jelaskan ada beberapa tahap akan dilalui sebelum vaksinasi.

Mulai dari registrasi atau pengambilan data oleh petugas kepada calon penerima vaksin.

Selanjutnya pemeriksaan kesehatan, darah, penyakit bawaan yang dilakukan dengan cara wawancara oleh petugas.

“Dan hasil dari pemeriksaan kesehatan itu, akan menetukan apakah seseorang tersebut bisa divaksin atau tidak,” ujar Kasim.

Jika hasilnya baik, maka lanjut pada tahap berikut yakni pemberian vaksin. Dan terkahir pengamatan oleh petugs, pasca vaksinasi.

“Selain itu juga pasien vaksin ini diberikan kesempatan untuk santai selama 30 menit, untuk melihat seperti apa reaksi setelah vaksinasi …”

“Jika tidak ada yang dialami atau dirasakan, maka langsung dipulangkan ke rumah. Namun apabila ada gejala, kami langsung beri tindakan medis,” terangnya.

“Para penerima vaksin ini akan diberikan bingkisan oleh petugas, kemudian mereka akan dipantau selama 14 hari oleh petugas,” timpalnya.(tmHMS).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top