Kolaborasi Dua Daerah Bangkitkan Kerajaan Kesultanan Gorontalo

Foto bersama Pemerintah Kota Gorontalo, Lembaga Adat Kota Gorontalo dengan Pemerintah Kota Ternate dan Petinggi Kesultanan Ternate.

HUMAS. KOTA GORONTALO – Antara kerajaan kesultanan Gorontalo dengan kesultanan Ternate, memiliki kesamaan. Inilah salah satu alasan jajaran Kesultnana Ternate, siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Gorontalo, dalam merevitalisasi kerajaan kesultanan di Gorontalo. Hal ini diungkapkan JOGUGU Kesultanan Ternate, Machmud ZM. Chaeruddin, S.Ag, ketika menyampaikan sambutan pada kunjungan balasan jajaran Kesultanan Ternate ke Kota Gorontalo, Rabu (18/03/20).

“Gorontalo adalah sebuah wilayah dengan predikat Serambi Madinah, ini tentunya menggambarkan bahwa daerah ini menumbuhkan benih ke islaman sejak dahulu. Bahkan benih kesultanan ada di Gorontalo, sehingga butuh restorasi dan revitalisasi adat, agar kerjaan Kesultanan Gorontalo hidup kembali. Sebagai bagian dari amanat undang-undang, maka kami dari Kesultanan Ternate siap membantu Pemerintah Kota Gorontalo menghidupkan kembali Kerajaan Kesultanan Gorontalo,” ujarnya.

Jika ini tidak dilakukan oleh Pemerintah Kota Gorontlao, Ia khawatir bahwa kedepannya budaya atau tentang Kerjaan Kesultanan Gorontalo, akan punah di muka bumi. Dan itu tentunya, tidak diinginkan oleh masyarakat Gorontalo pada umumnya. Ia jelaskan, salah satu upaya yang pernah dilakukan oleh Pemerintah Kota ternate, yakni memisahkan Kebudayaan sebagai Instansi sendiri. Dengan demikian, Dinas Kebudayaan fokus pada tugas dan fungsinya.

“Langkah-langkah itu seperti membentuk dinas kebudayaan , yang hanya fokus pada kebudayaan daerah. Untuk merivatilisasi budaya di Gorontalo, dimana kerjaan Gorontalo di hidupkan kembali. Kalau tidak, akan punah kebiasaan ini, dan kami siap memberikan pendapingan dalam menata struktur kerajaan, karena antara Gorontalo dengan Ternate sama,” terangnya.

Ia jelaskan lagi, kesamaan antara Gorontalo dengan Ternate, dengan adanya keberadaan makam Raja Ilato sang penyebar agama islam di tanah Gorontalo, yang diberi gelar ‘Ju Panggola’ dengan artian Tokoh Yang Dituakan. Machmud ungkapkan bahwa, Ju Panggola adalah leluhur Ternate yang makamnya ada di Gorontalo. Pihaknya pun menyempatkan waktu berziarah di makam Aulia Ju Panggola.

“Sempat kami menemukan Peta Kota Ternate tahun 1890. Dan pada zaman 70-an, ada makam yang disebut dengan nama Kubur Gorontalo. Sedangkan Peta Kota Ternate tahun 1890 itu, menulis keberadaan dan adanya Kubur Gorontalo. Ternyata pekuburan Gorontalo itu, adalah satu cikal bakal pekuburan Islam yang ada di Kota Ternate,” jelasnya.

Sementara itu Wali Kota Gorontalo Marten A. Taha akui, bahwa kerjaan Gorontalo dengan Ternate memiliki kesamaan. Dan slogan Serambi Madinah ini mucul saat Raja Eyato berkuasa, kemudian singkat ceritanya, Raja Eyato dibakukan sebagai adat “Hula-hula’a To Syara’a, Syara’a Hula-hula’a To Qur’an”.

Dan itu yang menjadi falsafah masyarakat Gorontalo sampai dengan saat ini, yakni Adat Bersendikan Syara, Syara Bersendikan Kitabullah. Sehingga itu, seorang pemimpin akan mengemban amanah kepercayaan rakyat, baik itu Wali Kota, Bupati dan Gubernur, harus memenuhi kriteria dari falsafah ini.

“Sekalipun seorang pemimpin itu cerdas, hebat, pekerja keras dan lain-lain, tetapi tidak bisa memenuhi syarat-syarat adat dan budaya ini, maka dimata para pemangku adat, mereka adalah orang paling dibawah. Sehingga itu harus kita jaga dalam tatanan Pemerintahan Daerah di Gorontalo ini. Sekali kita melakukan hal yang tidak terpuji, maka kita akan dihakimi oleh Bubato Akhirat,” terang Marten.

Kemudian mengenai pelestarian budaya dan adat di Gorontalo, terus dipelihara oleh para pemangku adat di Gorontalo. Bahkan para pemangku adat tersebut, trurt melestarikan adat dan budaya di Gorontalo, hanya saja ia akui regenerasinya sedikit lambat. Ia ungkapkan pertemuan tersebut sangat baik, karena dapat menggalo berbagai sejarah antara kerjaan Gorontalo dan kerjaan Ternate.

“Kami tentunya sangat menyetujui apa yang disampaikan oleh JOGUGU Kesultanan Ternate, Machmud ZM. Chaeruddin, S.Ag, karena menjadi bagian dari penguatan kerjasama antara dua daerah, yakni Pemerintah Kota Gorontalo dengan Pemerintah Kota Ternate. Usulan-usulan ini sangat baik dalam pengembangan budaya di Gorontalo khususnya di Kota,” terang Marten.(tmHMS).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top