Kota Gorontalo Adalah Gudang Prestasi di Provinsi Gorontalo

Foto bersama Wakil Gubernur Gorontalo Dr. Idris Rahim, Wali Kota Gorontalo Marten A. Taha, Wakil Wali Kota Gorontalo Ryan F. Kono, Wakil Bupati Gorut Thariq Modanggu, Wakil Bupati Boalemo Anas Jusuf, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Gorontalo.

HUMAS. KOTA GORONTALO – Wakil Gubernur Gorontalo Dr. Idris Rahim, MM akui bahwa, sejak ditetapkannya sebagai Ibu Kota Provinsi Gorontalo, Kota Gorontalo terus mengalami kemajuan yang signifikan. Apalagi dibawah kepemimpinan Wali Kota Gorontalo Marten A. Taha, dan Wakil Wali Kota Gorontalo Ryan F. Kono, dimana daerah pemilik jargon Kota Jasa dan Perdagangan itu menjadi gudang pretasi di Provinsi Gorontalo. Hal ini di ungkapkan Wagub Dua Periode itu, ketika menyampaikan sambutan Pemerintah Provinsi Gorontalo, para rapat paripurna istimewah HUT ke 292 Kota Gorontalo Kamis (19/03/20).

“Sejak dibentuk secara resmi pada Kamis 18 Maret tahun 1728 silam, dan ditetapkan sebagai Ibu Kota Provinsi Gorontalo pada 5 Desember tahun 2000 lalu. Kota Gorontalo terus mengalami kemajuan yang signifikan, baik dari pembangunannya dan kesejahteraan masyarakatnya. Apalagi dibawah kepemimpinan Wali Kota Gorontalo Bapak Marten A. Taha, dan Wakil Wali Kota Gorontalo Ryan F. Kono, daerah ini menjadi satu-satunya gudang prestasi di Provinsi Gorontalo,” ujar Idris.

Ia berpesan, prestasi-prestasi yang sudah diraih oleh Pemerintah Kota Gorontalo, agar dapat ditingkatkan minimal dipertahankan. Dan jangan terbuai dengan prestasi yang sudah diraih, akan tetapi jadikan hal itu sebagai motivasi dalam mengembangkan daerah lebih baik kedepan.

Momentum Hari Ulang Tahun ke 292 Kota Gorontalo, setidaknya dapat dijadikan evaluasi bagia seluruh jajaran pejabat, ASN dan pemangku kepentingan di Kota Gorontalo. Karena, kedepan tidak sedikit tantangan yang akan dihadapi Pemerintah Kota Gorontalo, di dunia yang semakin canggih saat ini.

“Pada usia sekarang ini Kota Gorontalo telah mengalami kemajuan yang sangat cepat, kemajuan dibuktikan dengan perolehan prestasi, sehingga Kota Gorontalo tidak luput dari prestasi setiap hari. Disamping itu makro ekonomi Gorontalo cukup baik, baik itu pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, maupun angka pengangguran dan inflasi dan PDRB”

“Kita yakin dengan makro ekonomi Kota Gorontalo semoga Kota secara bertahap akan lebih maju lagi. Saya yakin bahwa prestasi yang telah di capai Kota Gorontalo, berkat hubungan antara DPRD dengan Pemerintah Kota Gorontalo. Hubungan baik Wali Kota dengan Wawali serta Forkopimda dan ASN,” terang Idris.

“Melalui kesempatan ini saya berharap agar prestasi dan kemajuan yang sudah diraih selama ini, dapat di tingkatkan dan di pertahanakna. Disamping capaian yang sudah dicapai, masih terdapat kekurangan yang perlu disempurnakan. Sehingga perlu startegi pembangunan utama, pelayana publik, peningakatan daya saing daerah, perbaikan investasi, pemanfaatan unggulan daerah, dengan tetap memberikan jamian berkesinambungunan terhadap masyarakat,” timpal Idris.

Sementara itu Wali Kota Gorontalo Marten A. Taha menjelaskan bahwa, ada beberapa kawasan penting yang menjadi agenda besar Pemerintah Kota Gorontalo. Dan harus bisa tuntas pada akhir periode masa jabatannya dengan Ryan F. Kono. Diantaranya, kawasan strategis kepentingan pertumbuhan ekonomi, sosial budaya dan kawasan strategis kepentingan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup.

Untuk kawasan strategis kepentingan pertumbuhan ekonomi, meliputi kawasan perdagangan dan jasa, kawasan argo bisnis dan kawasan new balai kota. Perdagangan dan jasa adalah kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan perdagangan dan jasa, termasuk pergudangan yang diharapkan mampu mendatangkan keuntungan bagi pemiliknya. Dan memberikan nilai tambah pada satu kawasan perkotaan.

Konsep pengembangan New Balai Kota Gorontalo di Eks Terminal 42 Andalas, bertujuan mengoptimalkan pelayanan Pemerintah Daerah sebagai penyelenggara pemerintahan. Ini menjadi harapan besar kedepannya sebagai kawasan pelayanan pemerintah, yang berpengaruhu pada pertumbuhan wilayah di sekitarnya. Sementara pengembangan kawasan sosial budaya, Pemerintah Kota Gorontalo sendiri telah menetapkan konservasi sosial budaya, berbasis pada objek-objek berniali sejarah.

“Adapun rencana lokasi-lokasi yang dikembangkan untuk kawasan ini, salah satunya Kota Tua. Selain itu, kami melakukan pengembangan daya tarik kawasan dengan tetap mempertahankan keaslian objek bersejarah dn warisan budaya. Kemudian kawasan strategis kepentingan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup, yakni penataan kawasan strategis ditinjau dari sudut kepentingan fungsi dan daya dukung lingkuhan hidup”

“Seperti, menetapkan kawasan lindung bagi perlindungan ekosistem, keseimbangan tata guna air untuk mengurangi risiko bencan banjir. Memberikan prioritas utama pada peningkatan kualitas lingkungan hidup, dan membatasi perubahan bentang alam yang dapat berdampak pada terjadinya bencana tanah longsor,” tutup Marten.(tmHMS).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top