Lawan Covid-19, Wali Kota Minta Petugas Puskesmas Datangi Rumah Warga

Secara sinergi aparat kecamatan, karang taruna, petugas kesehatan dan masyarakat, bersiap melakukan penyemprotan desinfektan.

HUMAS. KOTA GORONTALO – Senin (23/03/20) Wali Kota Gorontalo Marten A. Taha menegaskan, seluruh petugas kesehatan khususnya di sembilan Puskesmas tersebar di Kota Gorontalo. Untuk meningkatakan tugas dan fungsi sebagai promotif, preventif dan wajib melakukan tracking, terhadap masyarakat masuk dalam kategori ODP (Orang Dalam Pengawasan).

“Melakukan tracking terhadap masyarakat ODP, bukan hanya sampai pada kesehatan mereka. Tetapi petugas harus mengetahui secara jelas, apakah mereka adalah masyarakat yang datang dari luar Gorontalo. Atau merupakan masyarakat Gorontalo, yang baru saja kembali dari perjalanan di daerah yang sudah terinifeksi Covid-19. Dan kegiatan ini harus tegas dilakukan seluruh petugas kesehatan sampai ke rumah-rumah warga,” tegas Marten.

Demikian pula dengan keberadaan RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Prof. dr. AS (Aloei Saboe), juga merupakan satu diantara 132 rumah sakit yang ditetapkan Pemerintah Pusat, sebagai rumah sakit yang menanganani pasien Covid-19.

“Saya tegaskan dan meminta agar RSUD RSAS Kota Gorontalo, untuk menyiapkan ‘diri’ dari sisi saran fisik, peralatan, logistik maupun SDM (Sumber Daya Manusia). Khususnya dalam penanganan terhadap pasien sudah suspek Covid-19,” terang Marten.

Dari informasi yang Ia terima dari pihak RSAS Kota Gorontalo, bahwa sampai dengan saat ini RSAS telah melaksanaka tugasnya dalam menangani pasien suspek Covid-19. Dan dari delapan orang yang dilakukan pemeriksaan, empat diantaranya dinyatakan negatif, setelah pihak RSAS Kota Gorontalo menerima hasil pemeriksaan dari Litbang Kemenkes RI.

“Dari delapan orang yang dilayani oleh RSAS Kota Gorontalo, empat pasien diantaranya dinyatakan negatif. Dari informasi yang disampaikan oleh pihak RSAS Kota Gorontalo, hasil pemeriksaannya terhadap sisanya empat pasien, hanya menderita gejala penyakit lebih ringan dari empat pasien sebelum,” jelas Marten.

Disamping itu pula Marten terangkan, bahwa RSAS Kota Gorontalo menerima PDP (pasien dalam pengawasan), yang berdatangan dari berbagai daerah. Persoalan penyebaran wabah Covid-19 ini, melalui rapat Forkopimda diperluas Senin, mejadi tanggungjawab semua unsur.

“Penanganan wabah Covid-19, harus disikapi secara sinergi, mulai dari Pemerintah Daerah khususnya Kota Gorontalo, aparat hukum, kesehatan, tokoh agama, masyarakat, harus bergotong royong melakukan upaya-upaya terbaik,” tutup Marten.(tmHMS).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top