Pemkot Siapkan Pembimbing Spritual bagi Warga Lapas

KOTA GORONTALO, HUMAS- Walikota Gorontalo Marten Taha mendukung upaya Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Gorontalo untuk mempermantap program pembinaan agama bagi warga binaannya. Bila perlu, Pemerintah Kota Gorontalo juga bersedia membantu menyiapkan tenaga pembimbing yang akan menuntun warga binaan dalam mempelajari dan mengamalkan nilai-nilai agama demi perbaikan diri.
“Yang namanya warga binaan, tentu butuh dibina. Mereka tidak saja butuh pembinaan dari aspek keterampilan tetapi juga sekaligus spiritualnya. Insya Allah, nanti kita tugaskan guru ngaji agar mereka bisa belajar Alquran dan mengimplementasikan nasehat-nasehatnya,” ujar Marten saat menghadiri agenda buka puasa bersama warga binaan di Lapas Kelas II A Gorontalo, Sabtu (11/5/2019).
Sebelum itu, dalam sambutannya, Marten mengatakan, pelaksanaan buka puasa dengan warga binaan Lapas Kelas II A Gorontalo sudah menjadi agenda tetap. Setiap bulan Ramadan, Pemkot Gorontalo rutin menggelar buka puasa di Lapas Kelas II A Gorontalo sebagai wahana yang merekatkan hubungan silaturahmi Pemkot dan Lapas sehingga terus terjaga keharmonisannya.
Marten menjelaskan, program peningkatan aktivitas pembinaan agama bagi warga binaan sangat sejalan dengan upaya pembangunan manusia di Kota Gorontalo. Terkait itu, Pemkot Gorontalo memiliki prioritas program yang antara lain tujuannya mewujudkan masyarakat religius. Makna dari masyarakat religius yang ingin diwujudkan Pemkot Gorontalo yakni masyarakat yang taat menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing serta selalu menjaga kehidupan harmonis di tengah-tengah perbedaan.
Untuk merealisasikan hal itu pula, sejumlah agenda keagamaan telah digalakkan. Misalnya, khusus kaum muslimin, program yang digenjot adalah pengembangan baca-tulis Alquran melalui TPA/TPQ. Selain itu, Pemkot juga memfasilitasi para imam, parangkat adat/pegawai sarah serta guru madrasah dan TPA/TPQ agar dapat berperan mengedukasi masyarakat.
Pada saat yang sama, jajaran Pemkot Gorontalo rutin menggalakkan Gerakan Salat Subuh Berjamaah (GSSB). “GSSB ini kita gelar dari masjid ke masjid. Kita turun menggelar ceramah-ceramah agama dan mengajak masyarakat mengimplementasikan nilai-nilai agama sebagai wujud negeri Serambi Madinah,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Marten juga tak lupa menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan Kementrian Hukum dan HAM RI kepada Pemkot Gorontalo. Penghargan yang diberikan Kemenkum HAM akan menjadi penyemangat untuk lebih meningkatkan kolabarasi dengan Lapas Kelas II A Gorontalo.
“Kerja sama Pemkot Gorontalo dan Lapas Kelas II A Gorontalo sudah berjalan baik. Kemarin, kita sempat membantu mengintervensi penyediaan akses air bersih dan fasilitas informasi dan teknologi. Semoga kedepan, sinergitas ini akan lebih kita tingkatkan,” ujarnya. (Tim Humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top