Penuhi Syarat Haji, Wali Kota Gelar Screening Kesahatan Bagi Calon Haji

GORONTALO, HUMAS- Tahun 2019 ini, sebanyak 434 warga Kota Gorontalo menjadi peserta jamaah calon haji musim haji 1440 H. Dalam rentang waktu menuju hari pemberangkatan, para jamaah calon haji ini akan mengikuti sejumlah agenda persiapan. Ahad kemarin (14/4/2019), mereka mengikuti sosialisasi haji sehat dalam rangka program orientasi pembinaan dan pemeriksaan kesehatan di Gedung Banthayo Lo Yiladia, Kota Gorontalo.

Walikota Gorontalo Marten Taha menjelaskan, ibadah haji merupakan tuntutan wajib bersyarat bagi setiap umat muslim. Salah satu persyaratan itu tentunya harus sehat jasmani dan rohani. “Ibadah haji memerlukan kesehatan fisik dan mental. Pemerintah menginginkan agar semua jamaah calon haji bisa memenuhi persyaratan itu sehingga hari ini pun dilakukan pembinaan haji sehat,” ujar Marten.

Agenda sosialisasi haji sehat di hadiri oleh Kepala Pusat Kesehatan Haji, Kementrian Kesehatan RI Eka Yusuf Singka, Kakanwil Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Gorontal, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Gorontalo Nur Albar.

Sejak tahun-tahun kemarin, program pembinaan dan pemeriksaan kesehatan bagi jamaah calon haji rutin digelar Pemkot Gorontalo. Program ini sangat penting mempersiapkan jamaah calon haji. “Ibadah haji memerlukan banyak fasilitas. Karena itu hanya diwajibkan bagi yang mampu. Mampu secara jasmani, rohani dan finansial,” ujarnya.

Disamping memerlukan dana, ibadah haji juga membutuhkan perjalanan. Dalam hal perjalanan ini, 80 persen kesuksesannya ditentukan oleh kesiapan fisik dan mental. “Makanya kegiatan ini penting. Kita menyelenggarakannya supaya jamaah calon haji Kota Gorontalo sehat lahir-batin dan bisa berangkat beribadah dengan tenang,” ujarnya.

Nur Albar mengatakan, agenda sosialisasi haji sehat dilaksanakan atas kerja sama antara Pemkot Gorontalo dengan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dan Kementrian Agama (Kemenag). Melalui kegiatan ini, para jamaah calon haji bisa mendapatkan tips-tips kesehatan sehingga betul-betul siap melakukan perjalanan haji. “Masalah kesehatan jamaah calon haji jauh-jauh hari perlu kita pastikan. Sejak enam bulan sebelum mereka berangkat. Para jamaah sudah kita arahkan memeriksakan kesehatan di setiap puskesmas. Dari pemeriksaan itu, kita dapat menemukan apakah ada masalah kesehatan atau tidak,” ujar Nur Albar.

Dalam banyak kasus menurut Nur, masalah kesehatan seputar jamaah calon haji berkaitan dengan penyakit yang muncul karena dipengaruhi faktor usia. Seperti kolesterol, hipertensi atau diabetes. Penyakit tersebut bisa berisiko manakala tidak ditangani lebih awal. Apalagi sesuai informasi, iklm di Saudi Arabia untuk musim haji tahun 2019 berkisar 50-51 derajat. “Artinya cukup panas cuacanya. Oleh karena itu kesehatan jamaah haji kita siapkan dengan baik,” kata Nur. (Tim Humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top