Percepat Pemulihan Pasca Banjir, Pemkot Kerahkan Alat Berat Bersihkan Matarial Lumpur dan Sampah

Walikota Gorontalo Marten Taha Saat Memimpin Kerja bakti bersama TNI/POLRI di Kelurahan Bugis, Selasa 16/6

Memasuki hari kelima, pasca banjir bandang yang melanda sebagian pemukiman kota gorontalo, kini kondisinya berangsur mulai membaik. hal ini seiring dengan upaya cepat yang dilakukan pemerintah kota gorontalo dalam memulihkan kondisi tersebut. sejumlah kenderaan berat diturunkan untuk membersihkan sisa material lumpur dan sampah akibat terjangan air bah itu.

“hari ini kita turun bersama TNI/Polri serta masyarakat sekitar, melakukan kerja bakti di pemukiman warga terdampak banjir. kita juga mengerahkan alat berat untuk mempercepat proses pengangkutan lumpur dan sampah yang ada,” ujar Walikota Gorontalo marten Taha saat memimpin kerja bakti di kelurahan Bugis kecamatan Dumbo raya, selasa 16/6.

Marten mengatakan, sejak banjir bandang melanda kota pada pekan kemarin itu, pihaknya langsung melakukan penanganan darurat, seperti pendistribusian makanan siap saji, pakaian serta evakuasi warga ketempat pengungsian.

Selain menggelar kerja bakti, pihak pemerintah kota gorontalo juga menyiapkan posko pelayanan kesehatan. menurut marten biasanya pasca bencana banjir seperti ini, rentan terhadap penyakit ispa, batuk dan penyakit kulit.

“di beberapa titik, kita menyiapkan posko kesehatan dan tenaga medis secara mobile untuk melayani masyarakat yang terganggu kesehatannya, ” sambungnya.

dalam pemulihan kondisi banjir bandang, marten akan melakukan kebeberapa langkah penanganan kedepan, baik yang bersifat darurat atau waktu sementara, jangka menengah hingga jangka panjang.

“jangka menengahnya kita data rumah yang mengalami kerusakan, untuk diusulkan kedalam program BSPS atau Mahyani. itu leading sektornya dinas perkim, tentunya tetap memperhatikan skala prioritas program tersebut,” jelas marten.

Sementara jangka panjangnya, lanjut marten yaitu melakukan perbaikan tanggul yang ada disepanjang muara sungai bone tersebut, yaitu melintasi kelurahan padebuolo, botu, bugis dan talumolo.

“kemarin PUPR sudah turun melakukan pendataan, hasilnya kita usulkan ke Balai Wilayah Sungai Sulawesi II Gorontalo, dengan harapan dapat ditangani” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top