Temui Kementerian PUPR Bahas Revitalisasi Pasar Sentral

GORONTALO, HUMAS – Pemerintah Kota Gorontalo menemui pihak Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI untuk menindaklanjuti usulan program revitalisasi pasar sentral Kota Gorontalo, Selasa (14/5/2019). Dari hasil pertemuan itu, revitalisasi pasar sentral rencananya akan dimulai dengan penataan awal di tahun 2020.
Pada awal Maret 2019 lalu, kondisi pasar sentral Kota Gorontalo telah dikunjungi langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. Presiden telah memberikan sinyal positif untuk revitalisasi pasar sentral kedepan.
Terkait itu, Pemkot Gorontalo telah mengusulkan anggaran sebesar Rp 65 miliar guna pelaksanaan revitaliasi. Selanjutnya sesuai hasil Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Jakarta tanggal 10 Mei 2019, Kementrian Perdagangan RI merekomendasikan Pemkot Gorontalo agar berkoordinasi dengan Kementrian PUPR.
“Jadi, kedatangan kita di Kementrian PUPR RI untuk menindaklanjuti itu. Alhamdulillah, usulan kita mendapatkan respon positif. Kementrian PUPR akan memprioritaskan revitaliasi pasar sentral,” ujar Meidy ketika diwawancarai awak media seusai pertemuan.
Di Kementrian PUPR, Pemkot Gorontalo diterima oleh Kepala Pusat Sarana dan Prasarana Pendidikan, Olah Raga dan Pasar Direktorat Jendral Cipta Karya Iwan Suprijanto. Walikota Gorontalo Marten Taha hadir langsung dalam kesempatan itu bersama sejumlah SKPD terkait.
Meidy mengatakan, usulan revitalisasi pasar sentral Kota Gorontalo dalam Musrenbangnas dibicarakan dalam desk program Kementrian Perdagangan RI. Dari hasil pembahasan itulah, rencana revitalisasi diserahkan ke Kementrian PUPR. Pengalihan ini dilakukan mengingat wewenang Kementrian Perdagangan hanya untuk kategori pasar sampai tipe A dengan total anggaran Rp 12 miliar. Sedangkan, anggaran revitaliasi pasar sentral yang diusulkan sebesar Rp 65 miliar.
Menurut Meidy, Kementrian PUPR akan segera berkoordinasi dengan Dirjend Perdagangan Dalam Negeri, Kementrian Perdagangan untuk membahas direktif presiden untuk rencana revitalisasi pasar sentral. Sesuai rencana, di tahun 2020, programnya sudah masuk pada penataan.
Meidy menyampaikan pula, ada beberapa poin yang menjadi penekanan dalam revitalisasi pasar sentral. Salah satunya menyangkut sirkulasi keandalan gedung. Selain itu, ketersediaan akses air bersih, pemadam dan persampahan juga ikut jadi bagian penting.
Namun demikian, Kementrian PUPR melalui Balai Cipta Karya Provinsi Gorontalo yang akan mengkaji penyusunan proyek perencaan fisik atau Detail Engineering Design (DED).
Untuk tugas Pemkot Gorontalo lanjut Meydi, berada pada fase persiapan. Pemkot diberikan tugas untuk menyiapkan berbagai hal untuk mendukung kelancaran pelaksanaan renovasi.
“Tentunya, kita butuh dukungan pedagang pasar sentral, butuh dukungan masyarakat. Kita berharap rencana ini bisa terealiasasi dengan baik,” ujarnya.(Tim Humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top