UNBK dan USBN Penentu Mutu Pendidikan Sekolah

Abram Badu

KOTA GORONTALO – Jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Gorontalo bersiap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Pelaksanaan UNBK dan USBN tahun ini akan menjadi penentu mutu pendidikan di setiap sekolah.

Kadis Dikbud Kota Gorontalo Abram Badu mengatakan, pelaksanaan UNBK dan USBN tahun ini berbeda dari sebelumnya. Bila sebelumnya ujian nasional adalah penentu lulus tidaknya siswa, UNBK dan USBN tahun ini bukan lagi penentu kelulusan tetapi sebagai kualiti kontrol.

“Fungsinya lebih kepada pemetaan mutu mana lembaga yang punya kualitas dan mana yang tidak berkualitas,” ujar Abram saat diwawancarai, Selasa (26/3/2019).

Dari perubahan filosofi tersebut, Abram mengatakan, justru yang dilihat bukan siswa secara personal tetapi sekolah sebagai satu lembaga. Artinya, lulus tidaknya siswa ditentukan oleh sekolah itu sendiri.

Lebih jauh Abram menjelaskan, berbicara mengenai lembaga sekolah tentunya bukan hanya kepala sekolah, guru dan tata usaha. Di dalamnya juga terdapat orang tua, lingkungan masyarakat serta sarana prasarana. “Seluruh potensi sekolah itu harus didayagunakan untuk menunjang peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Tinggal bagaimana kemampuan kepsek untuk memberdayakan seluruh potensi itu,” ujarnya.

Pelaksanan UNBK dan USBN tahun ini peakan digelar bersamaan. Dimulai pada tanggal 22 April 2019.

Untuk menyukseskan pelaksanaan UNBK dan USBN, Abram mengatakan, pihaknya bersama para kepala sekolah sudah melakukan berbagai persiapan. Mulai dari meyiapkan infrastruktur yang akan digunakan hingga menyiapkan para peserta didik.

Untuk infrastruktur UNBK misalya. Para kepala sekolah sudah menyiapkan komputer dan laptop yang akan digunakan siswa saat mengikuti UNBK.

Kemudian untuk USBN, persiapan dilakukan terutama dalam hal penyusunan naskah soal. “Naskah soal 25 persennya disiapkan dari pusat dan 75 persen disiapkan Kota Gorontalo. Persiapan sejauh ini sudah tahap pencetakan,” imbuhnya.

Adapun persiapan yang dilakukan pihah sekolah dalam menyiapkan peserta didik adalah dengan melaksanakan bimbingan belajar di sekolah. Selain itu, untuk lebih memperkuat kesiapan mental peserta didik juga digelar simulasi UNBK maupun USBN.

“Walaupun anak didik sudah siap dari sisi penguasaan mata pelajaran, kenyataan menunjukkan bahwa sering anak anak didik gagal dikarenakan permasalahan psikologis. Oleh karena itu, perlu ditumbuhkan kepercayaan diri dan keyakinan anak didik sehingga pada saat UNBK dan USBN anak didik sudah benar-benar siap,” ujarnya.

Ia berharap, seluruh sekolah bisa lebih memacu persiapan agar anak-anak bisa lebih siap lagi. Selain itu, para orang tua juga dihimbau agar jangan lagi memberikan beban fisik atau bahkan beban psikologis kepada anak-anak. Selain diberikan motivasi, anak-anak juga harus diberi ruang agar lebih nyaman dan lebih tenang di rumah.

“Mari sama-sama kita sukseskan ujian ini dengan baik,” imbuhnya. (shn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top