Wali Kota Bangun Ekosistem Pendidikan Lewat Budaya Kompetisi

GORONTALO, HUMAS – Seleksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan atau PTK berprestasi tingkat Kota Gorontalo tahun 2019 dimulai kemarin (15/4/2019). Selain menjadi ajang memilih guru, kepala sekolah dan pengawas berprestasi yang akan menjadi duta Kota Gorontalo, program ini juga didesain untuk mendorong terciptanya ekosistem pendidikan lewat budaya kompetisi.
Pemilihan PTK berprestasi tahun ini diikuti sebanyak 81 peserta dan merupakan perwakilan guru, kepala sekolah dan pengawas di jenjang TK, SD dan SMP di Kota Gorontalo. Semua peserta bisa menembus sampai level pemilihan di tingkat Kota Gorontalo setelah sebelumnya berhasil dalam ajang yang sama di tingkat kecamatan.
Saat pembukaan agenda tersebut di Hotel Eljie Gorontalo, Walikota Gorontalo Marten Taha menyampaikan apresiasi dan rasa bangga terhadap para peserta. Para peserta sudah membuktikan kompetensi terbaiknya yang dibuktikan kelolosan sampai ke tingkat Kota Gorontalo. “Di Kota Gorontalo ini, ada lebih dari 3000 PTK. Sudah pasti yang berhasil lolos sampai pada seleksi tingkat Kota Gorontalo memiliki keunggulan dari sisi kompetensi. Ini adalah sebuah prestasi,” ujarnya.
Marten berharap para peserta dapat mengikuti proses seleksi ini dengan serius. Seluruh kompetensi terbaik perlu dikerahkan sehingga bisa terpilih dan mewakili Kota Gorontalo di tingkat provinsi dan nasional.
Agenda pemilihan PTK berprestasi tingkat Kota Gorontalo tahun ini mengangkat tajuk “Membangun PTK yang unggul untuk meningkatkan pembelajaran di abad 21 dan era revolusi 4.0”. Tema ini diangkat sebagai respon Pemkot Gorontalo atas perkembangan teknologi yang kian pesat. Para PTK diharapkan cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan mampu memanfaatkan kemajuan zaman itu untuk peningkatan mutu pendidikan.
Pemilihan PTK berprestasi pula menghadirkan tim independen yang diketuai oleh Prof. Astin Lukum dari Universitas Negeri Gorontalo. Tim independen menggunakan sejumlah indikator antara lain menyangkut portofolio untuk melihat rekam jejak serta treck record prestasi dan inovasi selama masa tugas dari setiap peserta. Selain itu, kompetensi dasar juga ikut menentukan. Soal ini, terdapat empat kompetensi yang akan dinilai bagi peserta guru, meliputi: kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian dan profesionalisme. Untuk kepala sekolah dan pengawas ditambah kompetensi manajerial dan supervisi.
Nantinya dalam penilaian, setiap peserta akan bersaing sesuai dengan kategorinya. Kategori yang dimaksud meliputi, guru TK, SD, SMP, kemudian kepala sekolah TK, SD dan SMP serta pengawas TK, SD dan SMP. Dari setiap kategori yang akan dipilih hanya satu orang. Yang terpilih akan mewakili Kota Gorontalo ke tingkat Provinsi Gorontalo.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo Abram Badu mengatakan, proses penilaian PTK berprestasi tidak dilakukan secara parsial saja. Semua hal menyangkut kompetensi PTK akan dinilai secara komperhensif.
Abram mengatakan pula, pemilihan PTK berprestasi mememiliki banyak manfaat strategis. Selain untuk memilih PTK berprestasi yang akan menjadi duta Kota Gorontalo ditingkat Provinsi Gorontalo, juga dimaksudkan untuk menciptakan ekosistem yang baik bagi tumbuhnya budaya kompetisi di lingkungan pendidikan. Lewat kompetisi yang positif, diharapkan tercipta kesadaran dari para peserta dalam melihat kekurangannya dan mengapresiasi kelebihan orang lain. “Jadi ada banyak manfaatnya. Kita berharap kegiatan ini bisa sukses,” ujarnya. (Tim Humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top