Wali Kota Motivasi Siswa dalam Pelaksanaan USBN

GORONTALO, HUMAS – Walikota Gorontalo Marten Taha membuka sampul soal sekaligus menandai dimulainya penyelenggaraan Ujian sekolah berstandar nasional (USBN) tingkat SMP/sederajat se-Kota Gorontalo, Senin (8/4/2019). Tahun 2019 ini, pesertanya di Kota Gorontalo ada sebanyak 3.871 siswa, sedangkan pelaksanaan USBN akan berlangsung selama lima hari kedepan.
USBN merupakan salah satu proses evaluasi akhir yang harus dilalui siswa sebelum pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
Seusai meresmikan dimulainya USBN di SMP Negeri 6 Kota Gorontalo, kemarin, Marten mengatakan, USBN digelar dalam rangka mengevaluasi dan menilai siswa terkait proses pembelajaran yang dilakukan selama tiga tahun. Untuk itu dia berharap penyelenggaraan ujian ini bisa berjalan dengan lancar, tertib dan sukses.
Marten juga meminta para pengawas ujian memberi kesempatan kepada siswa untuk menguji kemampuan diri mereka. Berikan ruang kepada siswa untuk mengekspresikan semua pengetahuan yang diperolehnya untuk menjawab setiap soal yang telah disusun. Pengawas cukup mengawasi. “Saya doakan semoga siswi/siswi kita beroleh kelulusan dengan nilai yang baik,” ujar Marten.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo Abram Badu menjelaskan, penyelenggaraan USBN merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pelaksanaan ujian nasional. Hasil USBN turut menentukan hasil akhir dari ujian nasional yang akan dilalui setiap siswa. Meskipun begitu, posisi USBN maupun UNBK kini lebih pada kontrol mutu.
Untuk tahun ini, dari jumlah peserta sebanyak 3.871 siswa di 22 sekolah, 3.059 di antaranya berasal dari sekolah negeri. Sisanya sebanyak 812 berasal dari sekolah swata. “Khusus mata pelajaran ujian terbagi dua. 10 mata pelajaran diambil dari kurikulum 2013 dan 11 mata pelajaran dari kurikulum 2006. Dengan komposisi, 25 persen disusun langsung pemerintah pusat, dan 75 persen di susun oleh daerah,” ujar Abram. Meskipun demikian, rujukan penyusunan soal di tingkat daerah menggunakan rujukan naskah soal berstandar nasional. Dengan demikian semua bobot soal relatif sama.
Abram mengatakan pula, sebelum ini pihaknya sudah menyiapkan dengan baik semua hal yang berkaitan dengan proess USBN. Kesiapan siswa, para guru, termasuk naskah soal dan sarana-prasarana sudah dimatangkan. Dari hasil evaluasi, semua siswa rata-rata siap. Dia berharap seluruh peserta yang mengikuti USBN tahun ini bisa mengerjakan soal dengan baik dan mendapatkan nilai yang membanggakan. (Tim Humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top