Wujudkan Manajemen Keuangan Koperasi Berbasis IT

GORONTALO, HUMAS – Pemerintah Kota Gorontalo mendorong setiap koperasi untuk bisa menerapkan tata kelola keuangan dengan sistem digital. Terkait itu, Pemkot menggelar pelatihan akuntansi berbasis informasi dan teknologi untuk 60 perwakilan pengurus koperasi di Hotel Grand Q Kota Gorontalo, Sabtu (18/5/2019).
Agenda kali itu pula sekaligus dirangkaikan dengan pelatihan penyelenggaraan Rapat Anggota Tahunan (RAT) bagi koperasi-koperasi yang direvitalisasi. Pemkot berharap semua upaya ini bisa memacu pertumbuhan koperasi yang terstandar dan memiliki kualitas yang baik.
Walikota Gorontalo Marten Taha menjelaskan, secara umum persoalan yang dihadapi koperasi di semua wilayah tidak berbeda jauh dengan UKM. Terdapat tiga masalah utama yang perlu ditangai pemerintah agar dapat menggerakkan usaha perkoperasian .
Persoalan pertama menyangkut keterbatasan akses permodalan. Untuk itu, di Kota Gorontalo pemerintah berupaya memfasilitasi penyediaan modal baik melalui KUR Perbankkan mapun pinjaman lainya tanpa agunan.
Kedua, terkait akses pemasaran. Upaya untuk mengatasi persoalan ini antara lain dilakukan dengan menjaring kerja sama ritel modern. Setiap ritel modern yang hadir di Kota Gorontalo diberikan syarat agar bisa ikut memberdayakan UKM dan koperasi.
Selanjutnya yang ketiga adalah tata kelola. Persoalan ini berkaitan dengan keahlian dan profesional dari pengurus koperasi. “Untuk masalah yang ketiga ini, maka pelatihan kita gelar. Kali ini menyangkut akuntansi berbasis IT dan penyelenggaraan RAT.
Pelatihan berbasis IT lanjut Marten sangat penting untuk terus menerus dikembangkan. Sebab, kondisi zaman yang semakin maju mengharuskan setiap koperasi untuk menyesuaikan dengan perkembangannya. Seluruh pengurus koperasi perlu melek IT sehingga bisa memacu pengelolaan koperasi yang baik dan bisa bersaing. “Kalau pengurus mampu mengelola koperasi secara profesional, koperasi akan lebih cepat berkembang. Ini yang kita harapkan lewat pelatihan ini,” jelas Marten.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kota Gorontalo Ben Idrus menjelaskan, untuk optimalnya pelatihan, pengurus koperasi dibagi kedalam dua kelas seusai dengan persoalan yang dihadapi lembaga koperasinya. Kelas pertama, yakni akuntansi berbasis IT dan kelas kedua Mekanisme penyelenggaraan RAT.
Ben menjelaskan pula, diklat akuntansi berbasis IT dilaksanakan dengan sasaran koperasi yang sudah sehat. Sedangkan RAT bagi koperasi yang baru direvitalisasi. “Meski begitu, mereka yang ikut dalam kelas RAT ikut pula mendapatkan pembimbingan sistem akuntansi berbasis IT. Pelatihan berlangsung selama dua hari,” ujarnya.
Selain mendapatkan pembimbingan kelas, para peserta juga ikut diajak melakukan studi lapangan ke koperasi yang sudah memiliki manajemen yang baik. Koperasi yang dikunjungi adalah Koperasi di Universitas Negeri Gorontalo yang pada tahun 2018 lalu termasuk koperasi berprestasi nasional. “Lewat pelatihan-pelatihan demikian, kita dorong semua koperasi bisa maju dan terstandar. Dengan begitu, Insya Allah koperasi berkualitas yang kita inginkan bisa tercapai,” jelasnya. (Tim Humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top