Wujudkan Masyarakat Spritual, Pemkot Gelar Tadarus Alquran

GORONTALO, HUMAS- Pemerintah Kota Gorontalo membagi empat kelompok untuk pelaksanaan gema tadarus Alquran spesial bulan Ramadan. Gema tadarus akan berlangsung setiap malam dari tanggal 7 s/d 19 Mei 2019.
Saat pembukaan agenda tersebut di Aula Banthayo Lo Yiladia Kota Gorontalo, Selasa (7/5/2019), Walikota Gorontalo Marten Taha mengatakan, agenda tadarus Alquran merupakan ritual penting yang perlu digiatkan di bulan Ramadan yang penuh rahmat dan magfirah. Selain sebagai amaliah, lantunan qalam ilahi yang didengungkan setiap malam bisa menambah keteguhan iman sehingga dapat membawa berkah bagi Kota Gorontalo untuk menjadi daerah yang Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur. “Alquran itu, pedoman hidup manusia untuk menggapai kabahagiaan dunia dan akhirat. Tanpanya, manusia akan kehilangan arah. Maka, mari kita landasi hidup kita dengan petunjuk Alquran, kita perbanyak membaca Alquran dan membudayakannya. Insya Allah kita mendapat berkah,” ujar Marten.
Marten juga mengingatkan seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat Kota Gorontalo untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum peningkatan kualitas amal ibadah. Semua umat muslim perlu mengisi bulan ini dengan ibadah mulai dari salat lima waktu, salat tarawih, tadarus, dzikir dan kegiatan-kegiatan amaliah yang bermanfaat. Hal penting yang sangat diharapkan lewat ibadah-ibadah tersebut adalah terwujudnya keikhlasan serta kekuatan iman dan taqwa.
Sebelumnya, Kabag Kesra dan Budaya Setda Kota Gorontalo Azis Zakaria mengatakan, program gema tadarus Alquran spesial Ramadan sudah rutin digelar setiap tahun oleh jajaran Pemkot Gorontalo. Pada tahun ini, ada empat titik yang menjadi tempat pelaksanaan tadarusan.
Pertama, di Aula Banthayo Lo Yiladia dan akan dihadiri oleh sepuluh kelompok tadarus. Masing-masing PKK Kota Gorontalo, GOW, DWP, Fastabiqul Khairat Moodu, Al Hidayah, Al Muttaqin Siendeng, Al Maghfirah Ipilo, Al Amin Pohe dan Nurul Ain Dembe Jaya. “Di tempat ini, juga akan ditambah peserta Tadarus dari 40 kelurahan,” ujar Azis.
Tempat kedua, yakni Rumah kediaman Walikota Gorontalo. Pesertanya terdiri dari masyarakat yang berada di wilayah Kecamatan Dungingi berjumlah 50 orang. Tempat ketiga di Rumah Kediaman Sekretaris Daerah Kota Gorontalo. Pesertanya dari masing-masing OPD berjumlah 3 orang dan ditambah perwakilan dari 10 kelurahan. “Yang terakhir di Mushollah Kantor Walikota. Di tempat ini, akan diisi oleh peserta yang berasal dari staf masing-masing bagian di lingkup Setda Kota Gorontalo,” kata Azis. (Tim Humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

scroll to top